Hari kedua latihan

Nama ibu : Ezi

Nama anak/umur : Laras / 8 Tahun

Tanggal Habit Training (HT) : 9 Februari 2021

Rumusan HTSolat 3 Waktu (Maghrib, Isya, Subuh)
Proses hari iniMagrib Semalam: OK (Di penghujung waktu)
Isya Semalam: OK
Subuh: OK

Refleksi hari ini:

Sekembalinya mami dari WFO yang dilanjut ngedate sama papi (ngedate nya pergi tes antigen, wkwkwk) sekitar pukul 18.00, mami nunjukin kertas tracker ke Laras. Mami jelasin selama 30 hari mendatang, kita harus isi dengan ceklis Sholat Laras di kertas tracker ini.

Laras anaknya suka seni dan gambar jadi dia tampak antusias dengan desain tracker tsb (Mami comot dari pinterest).

Laras ini umur 8 tahun tapi suka melabeli dirinya dewasa/pre-teenager/not-a-kid-anymore, jadi mami coba pake spidol aja alih-alih pake stiker. Ternyata Laras malah minta pakai tempel stiker di trackernya sebagai penanda good job. �� 🙂

Target malam ini, mami papi fokus bercengkrama sama Laras karena besok papi keluar kota. Well, malam ini papi sambi dengan kegiatan zoom meeting sih.. tapi masih di ruangan yang sama dengan Laras, sehingga masih bisa bercanda-canda dan komentari tingkah laku Laras. Sedangkan mami (tumben) karena ini HT hari ke-1, perhatian mami tercurah buat Laras.

Mami tidak fokus HP/nonton drama/sambi-sambi kegiatan lain (ya masih bisa sih nyuci dan nyetrika dikit). Sejak pulang kantor mami mengawal implementasi tracker Laras: sholat Magrib, sholat Isya (dengan tawar menawar waktu sampai kira-kira 6x perintah solat baru ia kerjakan Isya), suapin makan (demi bonding hehe), dampingin PR, menemani bermain stacking gelas sama kucing-kucing peliharaan kami.

Mami mencurahkan waktu untuk Laras (sedangkan biasanya mami asal-asalan sambil disambi ini itu <intinya main gadget> sehingga Laras pun asal-asalan melakukan tugas). Ajaibnya malam ini semua target tercapai. Dan untuk pertama kali dalam bertahun-tahun ini, Laras solat 5 waktu………. Seperti cetak sejarah.

Selanjutnya mami briefing lagi bahwa besok Laras harus sholat 5 waktu lagi. Laras jawab: “Iya dong Mi.. Ga cuma besok, tapi 30 hari. Eh ga deng.. Sampe seterusnya. Sampe nanti (menjulurkan lidah pura2 kaya is dead)”.

Sebenarnya sore hari tadi, di perjalanan pulang mami diskusi dengan papi apakah target HT kita ketinggian. Meskipun HT nya adalah 3 waktu solat, tapi di trackernya terlanjur dibikin 5 waktu solat. Lalu papi jawab, “Engga ketinggian lah, mudah-mudahan Laras bisa.. Dia aja kan juga minta special reward.” Heuheuheu.

Mami teruskan mendampingi Laras sampe ia lakukan protokol sebelum bobo (sikat gigi, pee, bersihkan badan, ganti baju). Ternyata enak banget kalau solat Isya itu tidak ditunda sampai menjelang tidur, bisa terlanjur kecapean.

Laras mulai rebahan pukul 21.30 dan terlelap pukul 22.00. Ini tergolong cepat juga bobonya, untuk kami kaum nocturnal ini. Mungkin karena ia tadi habis lari-larian juga. Tadi mami pake metode Mba Ellen yang no-talking-and-close-your-eyes-then-count-to-100 untuk menidurkan Laras.

Segera setelah ia lelap, diri ini langsung sambar HP. Seperti “haus” banget butuh me time -_- . Setelah me time, baru mami solat Isya. (Jeng jeng….)

Memang malam ini mami “berkorban” me time, (pending jadwal les Inggris, tidak terapi Aina, abaikan whatsapp) tapi balasannya adalah anak bersikap sangat amat manis, amat kooperatif. Anak look happy and content. Malam ini tidak ada satupun anggota keluarga yang otak reptilnya aktif. Sungguh suatu pencapaian. (Dear my mentor, Mbak Ellen… big thanks.)

Semoga esok hari lebih baik….

Update Sholat Subuh:

Entah karena malam mami minum sebotol moccachino, atau karena terlalu excited, seusai me time sampai pukul 12.00 mami ga bisa tidur sampai pukul 02.00. Kemudian terbangun lagi saat papi pamitan ke bandara pukul 03.00 lalu ga bisa tidur nungguin azan subuh pukul 05.00. Laras bisa ikut bangun Subuh jam 05.00, tapi habis subuh mami ga bisa bonding/berkegiatan sama Laras karena mami tertidur tepar.

Penting untuk diingat:

Jika kita total hadir secara fisik dan emosional untuk anak, anak menanggapi perintah kita dengan sangat baik.

Potensi perbaikan:

  • puas-puasin me time siang hari?
  • mami HT penggunaan gawai
  • pelan-pelan perbaiki kualitas solatnya (tepat waktu, tepat bacaan, dan ga usah pake adegan goyang2 tambahan wkwkwk oh putrikuuu)
  • tidak usah ngoyo juga sih, takut burnt out seperti kata Mba Ellen
  • Beli timer!!

Narasi bacaan pendukung HT hari ini:

Dr. Irwan Prayitno: 24 Jam Bersama Anak

Masalah perkembangan anak, psikoterapi, dan konseling

Dua puluh empat jam bersama anak dimaksudkan agar anak selalu bersama orang dewasa di bawah pengawasan orang tuanya. Beruntung di saat pandemi ini, kita berlimpah waktu bersama anak karena sistem Work from Home. Setiap langkah perkembangan anak, membutuhkan kebersamaan orang dewasa dalam membimbingnya, sama seperti yang disampaikan Charlotte Mason, otak anak belum berkembang sempurna untuk mengambil keputusan-keputusan moral.

Menurut Ibnu Qoyyim, perhatian terhadap akhlak dan budi pekerti anak akan menjauhkan anak dari tindakan yang menyeleweng, marah, keras hati, terburu-buru, memperturutkan hawa nafsu, gegabah dan tamak. Sebab setelah dewasa, kebiasaan ini sulit diperbaiki karena mengakar dalam kepribadiannya.

Panduan Hukuman:

Tujuan singkat hukuman adalah menghentikan tingkah laku yang tidak dikehendaki sehingga tumbuh kesadaran pribadi.

Ciri hukuman:

  1. Konsisten
  2. Pemberiannya tepat waktu
  3. Secara bertahap dari ringan hingga berat
  4. Hukuman tersebut harus disadari anak sebagai hukuman
  5. Hukuman adalah sesuai yang wajar, logis dan objektif.
  6. Tidak membebani mental anak
  7. Hukuman yang diberikan bersesuaian

Jenis hukuman:

  1. Restitusi berarti menyuruh anak mengerjakan sesuatu yang tak menyenangkan
  2. Deprivasi berarti menghentikan dan melarang perbuatan atau tingkah laku yang disenangi anak
  3. Hukuman berarti membebani dengan sesuatu yang menyakitkan atau menyedihkan

Pedoman hukuman:

Anak sebelum diberi hukuman, diberi peringatan dulu tentang hukuman yang diberikan. Ketika hukuman diberikan jangan perhatikan komentar atau perilakunya. Hukuman yang diterapkan sebaiknya singkat dan tepat.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s