Sholat sebagai habit Laras

Late post

  • Nama ibu : Ezi
  • Nama anak / umur : Laras / 8 tahun
  • Tanggal Habit Training : 8 Februari 2021

Rumusan Habit Training (HT):

Laras menjalankan kewajiban sholat 5 waktu (namun yang menjadi report Habit Training hanya spesifik pada sholat Maghrib, Isya, dan Subuh, karena mami selaku Trainer hanya dapat mengawal Laras secara langsung pada waktu sholat tersebut. Adapun saat sholat Zuhur dan Ashar, otoritas pengawalan Laras diserahkan kepada teteh pengasuh dan/atau Nenek).

Refleksi:

Semalam Laras mengerjakan sholat Maghrib di ujung waktu (menjelang 10 menit waktu habis). Ia sholat berjamaah dengan papi. Adapun ketepatan waktu sholat belum masuk dalam cakupan Habit Training ini.

Semalam Laras sholat Isya sekitar pukul 21.00 (OK)

Laras mulai tidur pukul 21.30 tetapi ia butuh 1 jam sampai 22.30 untuk benar-benar terlelap. Seharusnya ia paling cepat bangun pukul 07.30 karena anak umur 8 tahun harus tidur selama minimal 9 jam per hari.

Mami enggan membangunkannya di waktu Subuh karena merasa kasihan jam tidurnya belum cukup. Mami alihkan penegakan disiplin kepada papi yang kebetulan sedang di rumah.  Papi membangunkan Laras sekitar pukul 06.00-06.30 untuk Subuh dan quality time. Laras happy bahkan protes kenapa tidak dibangunkan lebih awal. Sejak kemarin ia sudah kami briefing tentang training sholat sebagai habit, dan ia menyepakatinya.

Hari ini, mami mempersiapkan kertas tracker untuk sholat 5 waktu.

Yang perlu diperbaiki di proses HT besok:

Tidur lebih awal, pukul 21.30.

Narasi bacaan pendukung HT hari ini:

Prophetic Parenting / Cara Mendidik Anak ala Nabi oleh DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid:

  • Pendidikan anak dimulai ketika kedua orang tua menikah, karena pola pikir mereka sangat menentukan kualitas kehidupan keturunannya.
  • Selain itu hubungan kedua orang tua, kesalehan, perilaku orang tua dalam melakukan kebaikan memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk sisi psikis dan kecenderungan anak.
  • Sejak lahir anak harus diliputi segala sesuatu yang memiliki ruh keagamaan.
  • Rumah tangga adalah benteng aqidah Islam. Setiap anggota keluarga berperan untuk menjaga benteng ini. Penting untuk mengetahui apa peran orang tua dan melatih apa saja peran anak.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s