Di penghujung jalan SK025

Melalui Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No.025.K/DIR/2011 tanggal 21 Januari 2011 tentang Perkawinan Antar Pegawai, Pegawai PT PLN (Persero) dilarang melakukan perkawinan dengan sesama Pegawai PT PLN (Persero). Sanksi yang diberikan perusahaan apabila terjadi perkawinan antar sesama pegawai PT PLN (Persero) adalah salah satu dari pegawai tersebut WAJIB MENGUNDURKAN DIRI atau di PHK secara sepihak oleh perusahaan apabila salah satu dari pegawai tersebut tidak mengundurkan diri.

Untuk diketahui, SK025 merupakan Surat Keputusan Direktur yang melarang pernikahan antarsesama pegawai PLN. Jika ingin menikah, salah satu harus keluar dari PLN. SK025 ini diberlakukan sejak 1 Mei 2011. Sebelumnya, saat mendaftar di PLN tidak sekalipun saya mendapat arahan atau menandatangani tentang larangan  menikah sesama Pegawai. Oleh sebab itu menurut Serikat Pekerja, SK ini belum sesuai dengan Perjanjian Kerja bersama (PKB) antara manajemen PLN dengan Pegawai.

Nasib saya, terlibat cinta lokasi dengan seorang pemuda, sesama pegawai PLN, yang gentle dan charming (cieee). Si dia yang menyatakan cinta ke saya, pada tahun 2011. Persisnya kapan saya lupa, yang jelas ketika kami memutuskan jadian, SK025 itu sudah berlaku.

Ketika itu saya masih belum genap berumur 23 dan beliau 25. Saya sih, santai saja ketika jadian. Saya orangnya impulsive, dan to be honest belum dewasa. Sehingga saat jadian, saya pikir ini sama dengan kisah pacaran sebelumnya. Pacaran untuk… putus. Hehe

Namun pemuda ini berbeda. Sebulan setelah jadian, dia langsung menyatakan ingin memperistri saya SESEGERA MUNGKIN. Saya kaget, bingung, dan panik. Karena tidak serta merta saya sanggup untuk menikah. Tapi tidak serta merta juga saya bisa memutuskan hubungan dengannya. Dan tidak serta merta juga saya bisa menghentikan keinginannya untuk mempersunting saya.

Bagaimana dengan persiapan perhelatan nikah?

Bagaimana dengan SK025?

Bagaimana dengan kesiapan saya sebagai seorang istri? Saya tidak bisa masak, tidak bisa kegiatan rumah tangga. Apalagi jika membayangkan punya anak. Saya freak out. Tapi saya tetap berpegang pada dia. Saya tetap ikut dan percaya pada keputusan dia.

Singkat cerita, saya dan si dia menikah September 2011. Alhamdulillah.

Kami menikah secara resmi, terdaftar di catatan sipil. Setelah itu kami melaporkan pernikahan ini ke kantor masing-masing. Saya ke PLN JMK, suami ke PLN Jaser.

Tentu saja, sebagai pegawai yang baik, kami memahami dengan sungguh bahwa salah satu dari kami harus keluar. Namun, kami tidak bersedia resign. Kami tidak bersedia mengundurkan diri. Kami posisikan diri sebagai pihak yang pasif. Betapapun sebagian orang berusaha menyudutkan kami, dengan memaksa untuk resign. Kami bergeming. Toh kami tidak melawan, silahkan PHK saja.

Ternyata, entah bagaimana pertimbangannya, (Saya rasa mungkin karena kebaikan dan kemurahan hati GM saya saat itu) saya masih dipertahankan. Saya baru di PHK pada Juni 2012, setelah putri saya lahir.

Tulisan di SK PHK tersebut berbunyi bahwa Fauziatul Husna dibebastugaskan dengan hormat, dan diberi pesangon. Hal ini melegakan saya sebab:

  • Bukan saya yang mengundurkan diri tapi saya diberhentikan, sehingga jika terjadi perubahan dengan SK025, saya merupakan orang yang terlibat di dalamnya. Akan lain ceritanya jika saya mengundurkan diri.
  • Dibebastugaskan dengan hormat, membuat saya dapat dengan leluasa mendaftar ke perusahaan lain, mengingat usia saya masih termasuk fresh graduate.

Pada tahun 2012 saya fokus pada bayi kecil saya. Saya ikut suami ke Amurang, dan ikut suami ketika pindah ke Jakarta. Barulah pada Triwulan 3 tahun 2013, saya mulai melamar pekerjaan mengingat masa itu sedang besar-besaran rekrutmen CPNS. Saya mendaftar di banyak sekali tempat, antara lain Kemendag, Kemenperin, Batan, LAPAN, KEMEN ESDM, PEMDA DKI, dan banyak lagi. Dan Alhamdulillah pada saat test, saya sering masuk 10 besar dari ratusan peserta. Bahkan di PEMDA DKI, saya tinggal tahapan wawancara.

Dipanggil kembali oleh PLN

Kabar mengejutkan datang dari PLN JMK yang menelpon saya dan menyuruh saya kembali masuk kantor. Sebab, Serikat Pekerja melakukan perundingan ulang dengan Manajemen PLN tentang PKB yang ada, termasuk tentang SK025 yang tadinya berlaku Mei 2011 mundur menjadi November 2013. Sehingga, pegawai yang dalam masa itu terlanjur diberhentikan akan ditarik kembali. Saya galau, tapi mengingat jaminan kepastian bekerja, akhirnya saya putuskan untuk mengambil tawaran dari PLN. Saya kembali berkantor di PLN JMK Kantor Induk Semarang, dengan pemulihan kembali hak-hak saya sebagai pegawai; dibayarkan seluruh gaji P1 dan IKSnya selama 18 bulan saya dirumahkan, kemudian diberi penilaian semesteran Potensial.

Saat itu saya melihat hikmah selama ini, saya diberi Allah kesempatan untuk menyusui ekslusif dan merawat bayi sampai usia 18 bulan, baru dipanggil kembali bekerja. Alhamdulillah. Sungguh rencana Allah luar biasa.

Saya berangkat dengan putri saya ke Semarang, diantar mertua. Sebab suami saat itu sedang berada di Bandung, mendapat tugas belajar ke ITB dari PLN (Alhamdulillah). Saya beranikan diri kos berdua dengan sang putri kecil, Laras. Menggunakan jasa day care pada siang hari. Dan hidup berduaan saja dengan putri saya sehari-hari di kamar kos. Sungguh kami sedang berjuang.

Perintah Tugas Karya

Sampai pada munculnya SK bahwa saya harus pindah tugas ke anak perusahaan yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali, sejak April 2014 – April 2017, istilahnya “Tugas karya”. Namun lagi-lagi karena Bapak GM, saya masih dipertahankan. Sebab formasi teknik lingkungan saat itu masih sedikit (Cuma 3 orang) sehingga ada pekerjaan yang akan terbengkalai jika saya tinggalkan. Saya baru mulai Tugas Karya ke PT PJB pada oktober 2014, sesaat setelah Bapak GM purnatugas.

Mulailah episode baru saya di PT Pembangkitan Jawa Bali, dengan penugasan di Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC). Posisi kantornya di daerah terpencil. Lokasinya di Kabupaten Bandung Barat, berjarak 100 km dari Jakarta dan 60 km dari Kota Bandung. Oleh sebab itu saat weekend pasti akan bergerilya di dua kota tersebut (soalnya saya anak mal!) hehe.

Saya menikmati sekali pekerjaan di PT PJB BPWC, sebab banyak sekali keunggulan PJB dibandingkan dengan holding (PLN) antara lain implementasi SMK3, SMP, Medical check up terorganisir, Ekstra fooding, budaya 5S, PJB ERM, PJB IMS, Office automation, m-office, dll banyak sekali yang menarik. Termasuk saat saya diberi amanah memimpin 3 orang staf. Alhamdulillah pekerjaan ini menarik, stafnya baik-baik, dan bos-bos tidak ada yang killer! Haha.

Dua setengah tahun berlalu, sampailah saya di Maret 2017. Muncullah gonjang-ganjing bahwa seluruh pegawai tugas karya akibat 025 harus diorganikkan. Hal ini menimbulkan keresahan bagi kami. Kami terus-terusan berjuang via Serikat Pekerja, melalui aksi, surat, dan perundingan. Sampai akhirnya usaha itu membuahkan hasil, dengan bukti keluarnya surat dari PLN yang menyatakan bahwa pegawai tugas karya dipersilahkan memilih

  • (a) hendak kembali ke PLN unit asal, atau
  • (b) memilih menjadi pegawai organik di anak perusahaan (PT PJB)

Saya memilih untuk kembali ke PLN Persero. Mulai bertugas lagi di PLN dengan masa kerja dan grade yang normal, dan utamanya bebas lepas dari embel-embel SK025.

Bismillah, pindah ke kota mana lagi kita sekarang, Ras?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s