Mengintip Panti Asuhan Bayi Sehat

20170226_140935
maaf cuma dapat foto seadanya. halooooo baby..

Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah terletak di Jl. Purnawarman no. 25 Bandung Utara, persisnya di sebelah Hotel Serela-Merdeka, berdekatan dengan Mal BEC (Bandung Electronic Center). Saya sudah bertahun-tahun tinggal di Bandung, sudah puluhan kali mengunjungi BEC, bahkan pernah juga berkegiatan dan menginap di hotel Serela-Merdeka, tapi belum pernah saya berkunjung ke panti asuhan ini.

Sampai pada suatu weekend, ajakan dari suami datang untuk mengunjungi Panti Asuhan Bayi Sehat, sekalian mengenalkan Laras pada adik-adik bayi. Ihiyyy.

Ada apa disana?

Gedung Panti Asuhan Bayi Sehat merupakan sebuah bangunan lama yang tampak depannya kecil, tapi ternyata di belakangnya terdiri dari bangunan berlantai tiga.

Siapa yang diasuh?

Panti Asuhan Bayi Sehat merawat bayi-bayi yang kebanyakan berasal dari rumah sakit, yang status keluarganya kebanyakan tidak diketahui lagi, mungkin yatim piatu atau mungkin ditinggal begitu saja oleh keluarganya. =(

Sampai kapan bayi tersebut diasuh?

Mereka diasuh sejak bayi merah, sampai dicarikan orang tua asuh. Namun yang tidak mendapat orang tua asuh, mereka diasuh dan disekolahkan oleh Panti Asuhan sampai dewasa, bahkan sampai menikah!

Nama-nama anak asuh terpampang di papan tulis, lengkap dengan keterangan sekolahnya masing-masing (SD, SMP, SMA, Pesantren, dan Kuliah!). Mereka bertempat tinggal di panti asuhan ini.

Bagaimana kita bisa bantu?

  • Dengan menjadi donatur
  • Dengan menjadi orang tua asuh

Apakah anak bayi tersebut bisa diadopsi?

Dari info yang diperoleh dari Bapak pengurus yayasan, beliau menjelaskan bahwa anak-anak ini tidak bisa diadopsi, tapi bisa dijadikan anak asuh.

Anak adopsi artinya anak tersebut diputus hubungannya dengan keluarga aslinya, diganti menjadi keluarga baru, diputuskan secara legal oleh Pengadilan Tinggi Negeri. Sedangkan anak asuh, hanyalah menjadi anak yang diasuh oleh keluarga baru, namun status keluarga dan waris dsbnya tidak sama dengan anak kandung. Anak tersebut harus tahu bahwa dia bukanlah anak kandung, dan jika sewaktu-waktu ada keluarga aslinya yang ingin mengambil kembali, harus diserahkan. Menurutnya, dalam islam tidak ada adopsi, adanya anak asuh (anak tsb tetap bukan muhrim bagi keluarganya, CMIIW). Proses menjadi anak asuh disaksikan oleh Pengadilan Agama.

Setelah mengobrol dengan pengurus yayasan di lobby, saya dan keluarga kemudian beranjak ke lantai 3 panti tersebut. Pertama kali kami melihat anak-anak usia 2 tahunan yang sedang dimandikan petugas. Satu petugas mengawasi kira-kira 5 anak. Ya ampun mereka menggemaskan sekali 🙂 . Kulitnya bersih dan badannya montok sehat2.

Lanjut lagi ke dalam ruangan, kami lihat kamar yang berisi anak-anak usia sekitar 10 bulan. Mereka berdiri, guling-gulingan, dan bermain di crib masing-masing. Ya Allah lucu-lucu semua….. hati ini sedih mengingat mereka sudah tidak punya orang tua. Tapi kami selalu tersenyum karea bayi2 itu lucu-lucu banget. Mereka tertarik pada pengunjung. Tangan laras dipegang-pegang. Laras juga senang sekali sama adek balita.

Kami pindah ke ruangan bayi, disini bayi-bayinya masih belum bisa dilihat karena belum jam berkunjung (jam berkunjung sore pukul 15.00-17.00). Kami lihat sekilas mereka juga pada sehat2.

Selain tiga kelompok tersebut ada juga tim balita yang sudah agak besar, mungkin seumuran laras 4 tahun. Mereka baru selesai mandi, sedang disisirin sama pengasuh atau sedang bermain di ruangan bermain.

Kesimpulan:

  • Jumlah anak asuh di Panti Asuhan Bayi Sehat banyak sekali, dan ternyata tidak hanya bayi. Berada dari banyak rentang usia. Kebetulan saya hanya berkunjung ke lantai 3, yaitu tempat bayi-bayi dan balita.

  • Bayi dan balita yang diasuh gemuk sehat dan lucu-lucu

  • Petugas tampak kelelahan (iya sih, saya ibu satu anak aja lelah apalagi mengasuh banyak anak sekaligus heuheu)

  • Bayi dan balita ditempatkan dalam kamar besar yang terdiri dari sekitar 8-10 tempat tidur. Mereka sekamar dengan yang seusianya masing-masing.

  • Mereka tampak riang, lincah selayaknya balita biasa

Kalau diingat-ingat rasanya sedih mengingat anak sekecil itu sudah tidak punya keluarga. Tapi saya pun belum mampu berbuat banyak, belum mampu mengasuh mereka sebagai anak asuh. Paling cuma bisa sempatkan berkunjung kesini. Soalnya, mereka ngangenin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s