Sehari di Dubai, kemana saja?

Pada tahun 2015, ketika hendak PP Jakarta-Amsterdam mengunjungi belahan jiwa, saya dihadapkan dengan dua pilihan:

  • Pake maskapai KLM, transit di Kuala Lumpur
  • Pake maskapai Emirates, transit di Dubai, suatu kota yang terletak di sepanjang pantai selatan Teluk Persia di Jazirah Arab

Setelah berpikir dan bertanya sana-sini, akhirnya saya pilih Emirates saja meski harganya selisih lumayan. Soalnya saya mikir, kapan lagi bisa lihat negara Uni Emirates Arab. Dalam beberapa tahun mendatang belum tentu bisa kesana. Yasud lah sikaaat! Dubai I am comiiiing. Yeah!

Saat transit keberangkatan ke AMS, saya singgah selama tiga jam di Dubai Airport. Lalu saat transit kepulangan ke Jakarta, saya singgah di Dubai selama 18 jam. Yuhuuu. Bisa deh nih icip-icip kota yang sangat kaya dan futuristik. Saya backpacking di Dubai berduaan dengan nona kecil Flarasya, anak balitaku yang tangguh!

Saya kemana aja?

(1) Berkeliling Dubai Airport

Antar terminal di Bandara dihubungkan dengan kereta. Kemudian untuk berkeliling kota, saya juga menggunakan moda transportasi Dubai metro. Jalur metro disini hanya ada empat line, jadi relatif gampang. Saya pilih line yang menuju arah Burj Khalifa. Sepanjang jalan saya lihat gedung-gadung pencakar langit yang berdiri menjulang dan saya juga lihat proses konstruksi gedung-gedung lainnya. Sepertinya mereka masih melaksanakan pembangunan masif. Wow. Saya juga lihat gerbang Souk (Arabian traditional market) 🙂 dan lihat Ferrari di jalanan hehehe 🙂

(2) Turun dari metro, lanjut naik bus, melihat-lihat pemandangan timur tengah

Turun dari bus, saya coba berjalan kaki. Dikiranya enak kaya di Belanda yah, adem. Disini puanasssnya.. ya iyalah.. Arab gitu loh 😀 Untung ada driver taxi berbaik hati mau saya setop di sembarang tempat (saya ga tau apakah boleh stop sembarangan atau harus di tempat tertentu).

Saya naik taxi, kenalan sama supir taxinya, yang endingnya ga saya kasih tips. rasa berdosanya membekas sampai sekarang, padahal Supir taxi asal pakistan tersebut baik sekali…. dia mengantarkan dan memotret saya di:

(3) Palm Jumeirah

(4) Hotel Atlantis

atlantis-palm-hotel-1
Hotel Atlatis di Palm Jumeirah. Pic from here

(5) Burj Al- Arab (Hotel yang dibangun di atas laut, hotel tertinggi ke 4 di dunia)

1229_fl-burj-al-arab-hotel_2000x1125-1152x648
Pic from here

 

(6) Burj Khalifa (Gedung tertinggi di dunia)

Terakhir dia mengantarkan saya ke (7) Dubai Mall. Sampai disini saya turun dam membayar ongkos taxi sekitar Rp.300.000,- kalau dikurskan ke rupiah. Cukup murah ya untuk selevel ibu kota UAE. Supir sempat menawarkan saya ke Abu Dhabi sebab jaraknya tidak terlalu jauh dengan Dubai. Wow! menggiurkan sekali tawarannya, Abu Dhabi kan temat shooting film kesukaan saya, Sex and the City 2. Tapi tawaran tersebut saya tolak karena waktuku terbatas. Saya takut ketinggalan pesawat ke Jakarta pukul 18.00.

Sesampainya di Dubai Mall, saya sangat menikmati detail arsitektur Timur Tengah yang eksotis! Lalu saya dan Laras lihat replika fossil Dinosaurus. Laras senaaang. Kemudian kami berjalan ke pelataran Dubai mall yang merupakan tempat (8) Dubai Fountain. Banyak turis berkumpul disini. Hanya saja saat itu bukan jadwalnya show air mancur menari. Dari Dubai Fountain, saya kembali dapat melihat Burj Khalifa dari sana. Sungguh tinggi sekali. Saya berdecak kagum 😀

Puas memandang dan selfie dengan Burj Khalifa, sebuah bangunan senilai $ 1,5 Miliar, yang hingga tahun ini masih menempati sebagai bangunan tertinggi di dunia, saya kembali masuk ke Mal untuk ngadem.

Di dalam Mal, saya memanjakan laras dengan mengunjungi (9) Dubai Aquarium yang gedeeee banget.  Tiket masuknya sekitar Rp. 200.000,- perorang. Laras antusias banget lihat penyelam memberi makan hiu dan pari :D. Kami sebagai pengunjung juga diperbolehkan naik perahu di atas aquariumnya, tapi saya ga naik karena laras masih terlalu kecil. Takut loncat dari perahu! 😀

Kami masuk ke terowongan kaca, seperti di seaworld. Lalu kami masuk ke kebun binatang (di dalam mal ada kebun binatang!!) Disini kami lihat penguinnnn, aneka ikan, dan buaya yang gedeee sekali. Buaya terbesar dan terlincah yang pernah saya lihat (Dubai emang serba “ter”). Buayanya ada dua ekor, lincah banget berenang-renang di kolam. Kita bisa lihat dari samping atau dari atas via lantai kaca. Duh saya mah ga betah berdiri di lantai kaca, parno! takut pecah trus jadi santapan buaya hahaha.

p1080898
laras dan king croc

Pemandu menjelaskan tentang penangkaran telur buaya dsb. Saya ikut rombongan mamah-mamah muda Arab. Mereka berpakaian Abaya, sedangkan para suami dan anak-anaknya bergaya modis kekinian. Mamah-mamah muda Arab jarang tersenyum, tapi tetap cantik!

Saya kembali ke bandara pukul 3 siang menggunakan metro/kereta. Sepanjang jalan, saya amati penduduk Dubai yang sangat heterogen. Mereka yang maik metro rata-rata pendatang. Misal dari Pakistan, Filipina, Ekspat Amerika, dsb. Pakaian penduduk pendatang berbeda dengan penduduk asli. Pendatang bergaya santai, casual, dan tidak menutup aurat. Di metro tidak saya temukan orang Arab. Penduduk Arabnya saya rasa pada naik mobil pribadi.

Perjalanan dari Dubai Mall ke Dubai Airport ditempuh selama kurang lebih 20 menit. Kesan saya, pusat ibu kota Dubai dipenuhi gedung pencakar langit, tapi kalau geser ke pinggir, langsung gurun pasir (kelihatan dari metro, pun dari atas pesawat).

Saya ambil tas yang tadinya saya titipkan di loker bandara. Lanjut check-in, dan menunggu penerbangan ke jakarta bersama TKI yang hendak mudik dan bersama rombongan besar jamaah Umrah yang habis plesir ke Dubai. Cuss kami terbang ke Jakarta! Bye Dubaaaai… until we meet again 🙂

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s