Ditilang

Setelah sekian lama wara-wiri di jalanan, mengalami senggol-senggolan sama trotoar, bajaj, motor, akhirnya saya kena batunya juga. Saya kena tilang bo!

Alkisah Senin 25 April 2016 saya melakukan perjalanan rutin di subuh hari, dari Jakarta menuju Cirata. Pas keluar di gerbang tol Jatiluhur, kita langsung ketemu pertigaan. Nah, lampu lalu lintas di pertigaan ini rusak alias tidak berfungsi alias mati. Karena lampu merahnya gak nyala, saya langsung tancap belok kanan, tanpa lihat kanan kiri dengan seksama… eh ternyata ada angkot dari arah berlawanan. Bisa ditebak, kami berdua sama-sama ngerem sehingga (alhamdulillah) tidak terjadi tabrakan.

Pak Polantas yang sedang bertugas di TKP langsung menyuruh saya menepi. Bapaknya menanyakan kelengkapan surat. Kemudian saya perlihatkan SIM dan STNK. Saya lalu disuruh masuk ke kantor Polisi. Beliau jelasin bahwa karena kondisi lampu lalu lintasnya rusak, saya harus memperhatikan aba-aba tangan Polantas -_-. Kalau tangan Polantasnya kasih aba-aba maju, baru saya boleh maju. Sedangkan saat itu tangan Polantasnya lagi diem di bawah, terus saya maju, itu salah. heuuuu. Singkat cerita, saya kena tilang hohoho.

Pak Polisi sempat tawarkan mau bayar “denda” di tempat, tapi sebagai warga negara yang baik, saya ga mau membuat kesalahan dua kali. Akhirnya saya relain SIM berpindah ke tangan Pak Polisi. Saya dikasih surat tilang warna merah dan disuruh mengikuti persidangan.

Saat hari persidangan datang, saya ga bisa hadir. Soalnya sidangnya di Pengadilan Purwakarta, sedangkan domisili saya di Jakarta atau Cirata. Saya harus keluarin effort besar buat “sekedar” ngambil SIM ke Purwakarta. (Dan saat itu saya belom tau kalau ternyata pembayaran denda dan pengambilan SIM boleh diwakilkan (?)). Jadilah saya cuekin aja. Selama SIM disita, saya mondar-mandir JKT-CRT bermodalkan surat tilang hehehe.

Hampir tiga bulan kemudian, 13 Juli 2016, barulah saya berkesempatan untuk ke Purwakarta demi mematuhi  prosedur pemerintah terhadap kasus pelanggaran lalu lintas heuheu. Keluar dari Tol Jatiluhur, saya belok kiri menuju pengadilan tinggi Purwakarta. Ternyata jaraknya ga jauh-jauh amat. Cuma 10 menitan saya udah sampe di pengadilan. Saya disambut ramah oleh petugas. Ternyata SIM saya tidak ada di pengadilan tsb. Akibat tidak mengikuti persidangan, SIM saya dipindahkan ke Kejaksaan Negeri Purwakarta.

Lokasi gedung kantor kejaksaan tak begitu jauh dari pengadilan. Saya masuk, diarahkan dengan ramah oleh Security menuju loket tilang. Sampai di loket tilang, saya disambut lagi-lagi dengan ramah dan ditanyain prosesnya bagaimana kenapa kok ditilang. Saya jawab apa adanya. Petugas lalu menunjukkan copy surat tilang warna biru, dengan tulisan jumlah denda sebesar Rp. 110.000,-. Resmi, saya bayar dendanya pada negara. Sekarang SIM A sudah kembali di tangan. InsyaAllah selanjutnya saya akan lebih tertib berlalu lintas 🙂

Tambahan:

Berikut artikel bagus tentang Slip Merah dan Biru dalam tilang: Hukum online.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s