Cerita tentang Pemadam Kebakaran (PMK)

Sehabis mengikuti rapat koordinasi bidang lingkungan dan kesehatan keselamatan kerja (Rakor LK3) PT Pembangkitan Jawa Bali, saya jadi ingin menulis sesuatu yang berhubungan dengan K3, yaitu tentang Pemadam Kebakaran (PMK).

Kantor saya termasuk aware terhadap antisipasi bahaya kebakaran apalagi di musim kemarau, karena pepohonan di Cirata itu rawan sekali terbakar. Oleh sebab itu kantor mengadakan training dan lomba PMK untuk karyawan dan karyawatinya.

dscn1530

Skenario lomba PMK yang saya pernah ikuti adalah sbb:

Satu tim PMK berjumlah 4 orang. Tim saya bernama “Srikandi Cirata”. Sementara tim karyawati lain bernama Tim Bebeb dan Tim Macan (Mama Cantik). Lucu rasanya mendengar komandan timnya berteriak cempreng khas perempuan: “AYO BEBEEEB!”. Kemudian para karyawati tersebut menjawab dengan tak kalah cemprengnya, lalu maju dengan gagah berani memadamkan api secepat mungkin. Ternyata mereka tidak kalah sigap lho, dibanding para karyawan. 😀

Perhitungan waktu dimulai saat ketua fire fighter mengambil APAR lalu memadamkan karung goni yang terbakar. Anggota tim kemudian maju meloncati bangunan untuk mengambil peralatan seperti ember, selang hidran (fire hose), nozzle, dan wye piece connector. Selanjutnya tim berlari keluar dari bangunan untuk melewati halang rintang berupa gorong-gorong.

Setelah keluar dari gorong-gorong, satu orang fire fighter memasang connector, satu orang pasang selang hidran dan nozzle untuk mengisi penuh air di drum 1, sedangkan orang lainnya memasang selang hidran dan nozzle kemudian memadamkan api di bak yang terbakar lalu menembak enam buah kaleng hingga terlepas dari cantolannya.

Praktek Teknik PMK menggunakan hidran

DSCN1527

Sementara itu, ketua tim bertugas untuk mengambil APAR lagi untuk memadamkan api di drum 2. Ketua tim juga mengambil APAT (Alat Pemadam Api Tradisional) berupa karung goni dan mencelupkannya ke air di drum 1, kemudian digunakan untuk memadamkan titik api di drum 3.

DSCN1529

Setelah seluruh api padam dan kaleng terlepas dari cantolannya, anggota tim berkumpul guna estafet ember untuk mengisi air ke drum 4. Setelah drum 4 penuh terisi air, ketua tim mengangkat bendera pertanda Tim PMK tersebut telah selesai melakukan tugasknya. Perhitungan waktu diberhentikan sampai disini.

Tim yang menang adalah tim dengan waktu tercepat. Untuk karyawan butuh 3 menitan menyelesaikan semua tantangan tadi. Sedangkan karyawati butuh 5 menitan. Not bad lah ya? Good job Srikandi, Good job Bebeeeeb 😀

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s