Kuliner Celebes

Setelah pindah dari Amurang, Manado, sejak tahun 2012, tetep aja setiap hari saya rinduuu banget sama yang namanya Sulawesi Utara. Alam indahnya. Hidup simpelnya. Sikap funny orang-orangnya. Dan rindu memori-memori saya yang tertinggal disana bersama teman-teman PLN. Setiap hari saya rindu. Semoga ada kesempatan berkunjung kesana lagi. Doain yaa..

Berdasarkan pengamatan saya disana, yang namanya Orang Manado itu senang sekali pesta. Hampir setiap bulan kami menerima undangan untuk pesta ulang tahun (mulai dari adek bayi sampe kakek-kakek semua dirayain ultahnya besar-besaran), pesta ondangan nikah, pesta ultah perkawinan, termasuk untuk acara kematian pun dibuatkan pesta. Orang Manado juga senang sekali makan. Termasuk gadis-gadisnya yang langsing itu, kalau makan banyaaak dan lahap. Bener-bener tanpa dosa. Herannya badannya tetep langsing-langsing semua 😀

Bicara tentang makanan, di Celebes aka Sulawesi banyak banget kuliner yang saya sukai… diantaranya adalah:

  1. Klappertaart. Rasanya puas banget kalau makan klappertaart di Amurang .. kami biasa pesen di tetangga dua loyang. Setok di kulkas. Tiap hari ganyem deh tuh sendok demi sendok kelapa muda yang tebel dan krim yang yummy banget. Plus kismisnya. Hwaaa.. Kalau di rumah lagi ga ada stok, tinggal pergi ke Sakura Mart trus beli klappertaart yang ukurannya kecil-kecil. nyummmm.
  2. Saat weekend, pagi-pagi kami akan bersiap dari Amurang menuju Manado yang dapat ditempuh dalam waktu 1 jam. Kami sarapan di Nasi Kuning Saroja di Jl. Diponegoro atau di Lokasi Wisata Kuliner Wakeke di Jl. Wakeke. Bagi yang suka Tinutuan (Bubur Manado), monggo.. buat saya yang gak suka sama bubur jagung tersebut, bisa pilih makanan lain yang enak-enak: Nasi ikan Cakalang, Nasi ayam garo rica, Es Palubutung, Es Brenebon Kacang Merah, dll.
  3. Kepiting lada hitam di Ria-Rio. Ria-rio adalah restoran yang terletak di pinggir kota Manado menuju Amurang. Posisi resto ini terletak di pinggir pantai, menghadap ke laut utara Sulawesi dengan pemandangan Gunung Manado Tua yang muncul dramatis dari lautan. Kepitingnya juaraaaa banget. Makannya ditemani es kelapa gula merah. Sadap! 😀
  4. Ikan segar dari laut. Kalau makan di rumah makan sepanjang jalan Trans Sulawesi di Amurang, adalah hal lumrah jika satu orang menghabiskan ikan yang ukurannya sepanjang telapak tangan sampai siku. Ikannya cuma digoreng, dikasih kecap dan sambel, segitu aja udah enak. Mungkin karena fresh nya itu yaa. Langsung dari laut indah Teluk Amurang 🙂
  5. Pisang goreng dabu-dabu di site PLTU 2 Sulut. Yang lucu kalau makan pisang di Manado adalah harus dicocol pake dabu-dabu yaitu sambel rasa ikan. Aneh ya? tapi enak banget lhoooo.. Orang Minahasa asli sukanya makan Pisang Goroho yang masih mengkal terus digoreng dan dicocol sambel, tapi kalau orang pendatang macam saya dan orang-orang Jawa yang ada di site PLTU, kami tetep pilih pisang yang mateng dan lunak buat digoreng, tapi tetep pake sambel dong. Enak banget!
  6. Pisang kacang buatan Mbak Ully. Di mess kami dulu ada seorang istri pegawai yang sangat berjasa, namanya Mbak Ully. Dia bagaikan ibu kos kami yang suka masakin kami-kami yang kelaperan ini. Pisangnya yang empuk digoreng, dikasih kacang di dalamnya. Di luarnya dikasih mentega dan gula. Makannya pake piring kecil. Dan eji selalu nambah. Hwaaa nyummmm.. I love you Mbak Ully.
  7. Soto bihun kacang ala Mbak Ully. Mungkin ini soto khasnya orang Bugis di Sulawesi selatan, tapi persisnya saya kurang tau. Taunya cuma rasanya: enak
  8. Coto Makassar, dimakan hangat-hangat pake ketupat dan kerupuk. Jenis kuliner Sulawesi Selatan ini cukup mudah ditemukan di Amurang. Satu ada di Tenga satunya lagi ada di Pasar Amurang, dan dua-duanya.. maknyus 😀
  9. Puding lapis buatan Kak Siske
    Puding coklat dan vanila yang lapisannya tipis-tipis banget.. Kebayang betapa sabarnya yang bikin. Sayang ga pernah saya foto. Puding ini makannya disiram sama fla.. dan fla nya itu enak banget sodara-sodara.
  10. Milu (jagung) bakar di Tomohon dan perkedel ikan nike, yaitu ikan danau berukuran sangat kecil dengan rasa yang unik saat dijadikan perkedel. Dimakan sambil menikmati pemangan sawah dan udara sepoi-sepoi, plus menikmati orang-orangnya yang rupawan hihi.
  11. Geser dikit ke Makassar: Palu Basa. Saat bertugas di PLTU 2 Sulut, kami sering diundang rapat ke Makassar, dan punya beberapa temen asli Makassar yang bisa menjadi guide kuliner. Menu makan siang yang nendang banget adalah Palu Basa, yaitu sop daging dengan kuah yang lebih encer daripada coto makassar, diberi tambahan parutan kelapa yang sudah digoreng, plus dimakannya pake tambahan telor mentah. Langsung berenergi, joshh 😀
  12. Es pisang ijo.. Es pisang yang dibalut tepung berwarna hijau, dimakan dengan sirop merah dan bubur putih. Es ini umum ditemukan di Makassar dan ada juga di Gorontalo. Seperti biasa, sekali makan harus dua porsi. Segerrr.

Demikianlah kuliner Celebes yang saya suka dan saya rindu. Gak heran selama dua tahun tinggal disana berat badan saya naik. Bahagia, banyak makan, dan ketemu jodoh. yayyy hidup ini indah 😀

Advertisements

4 thoughts on “Kuliner Celebes

    1. Moooo.. makasih bgt!!! tadi eji langsung publish draft. Ternyata masih butuh editan. Habis ide euy buat nomer 13 nya.. ini gada kaitannya dengan bad luck 13 lho ya. hahaha. thanks for your concern Bray. doa dari cirata buat Mo semoga selalu sukses!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s