Akhirnya bisa nyoblos

We voted
We voted. (Pic taken by Sony Xperia ZR)

Foto di atas adalah kenang-kenangan saya mencoblos tahun ini 🙂

Saat pemilu legislatif berlangsung bulan April 2014, saya ga bisa nyoblos di Semarang ini. Penyebabnya adalah karena saya ga ngurusin form untuk perantau (form A5) akibat terbatasnya pengetahuan dan waktu yang saya punya. Awalnya saya pikir A5 itu harus diurus sendiri (tidak boleh diwakilkan), harus pegang yang asli,  jadi kebayang kan ribetnya dan berapa biaya yang dibutuhkan untuk pulang ke jakarta hanya sekedar mengurus A5. Sungguh birokrasi yang kurang bijak.

Saya datangi TPS terdekat (TPS Gotong-royong) dari rumah sejak pukul 8. Saya ditolak. Selanjutnya saya ke kelurahan, kecamatan, TPS Gotong-royong lagi, lalu ke TPS Masjid (berharap jam 12 ke atas bisa nyoblos pake KTP), ke kecamatan lagi (berharap ada kebijaksanaan ketua KPPS), ke TPS yang lain lagi (TPS Lapangan)… tapi semua memberlakukan hal yang sama; perantau tidak boleh ikutan nyobolos hanya bermodal KTP doang, melainkan harus punya form A5. Padahal mereka punya banyak surat suara sisa lho.

Oleh sebab itu, pada pemilu presiden indonesia juli 2014 ini, saya bertekad untuk menggunakan hak suara saya. Saya akan ngurus sebisa mungkin (aka minta tolong suami yang saat itu ada keperluan ke jakarta). Saya terus-menerus ingetin suami agar pergi ke kelurahan Kelapa Gading. Saat suami saya kesana, ternyata ngurus A5 itu ga bisa dari jauh-jauh hari melainkan ada periode waktunya, yaitu H-10 dari tanggal pemilu.

Malangnya pada periode H-10 tersebut, saya mendadak diopname karena keracunan (untungnya termasuk keracunan yang ringan). Fokus keluarga kami terpusat ke perawatan saya, sehingga lupa akan pilpres. Beberapa hari kemudian barulah saya pulih dan merasa mampu untuk mengurus ke kecamatan Semarang Selatan pada H-5. Saya dan suami dan laras mendatangi kecamatan, memastikan apakah benar bahwa kami bisa memilih hanya menggunakan KTP, seperti yang diiklankan di TV baru-baru ini.

Ternyata tidak bisa sodara-sodara. Mungkin seharusnya bisa ya, tapi sejauh ini jumlah pendaftar tambahan yang hendak memilih di TPS dekat rumah saya saja jumlahnya sudah 66 orang. Mereka semua bawa A5. Oleh sebab itu pastilah jika saya ujug-ujug datang hari H kesana tidak diijinkan untuk ikut nyoblos. Akhirnya bapak ketua KPPS itu menyarankan agar keluarga kami yang di Kelapa Gading disuruh mintain form A5 ke KPS setempat, kemudian formnya discan dan diemail saja, untuk selanjutnya saya serahkan ke kelurahan Lamper kidul. Selanjutnya nanti kelurahan Lamper Kidul lah yang akan mementukan saya bisa nyobolos di TPS mana.

Wah saya bete banget. Kenapa sih tidak bisa pake sistem online saja sehingga perantau bisa nyobolos pake KTP. Kita bisa hemat waktu dan tenaga… ya beginilah developing country ya. Saya yang masih belum pulih benar dari sakit berlalu begitu saja dari hadapan ketua KPPS. Untungnya suami memback-up saya untuk berterima kasih pada bapak itu. Sayanya sendiri sih udah gondok berat.

Suamilah yang berpikiran jernih bahwa kita harus jalani apapun itu asalkan bisa ikut nyoblos, tanpa perlu meracau kaya saya. Kami minta tolong papa mertua yang alhamdulillah senang hati mengurusi A5 kami, mulai dari mengambil ke kelurahan, mengantri di Bianca printing demi mendapat print warna yang bagus, menscan, dan mengemail berkali-kali sampai dapat hasil yang kami inginkan. (terima kasih Papa Mama!)

Pada H-2 saya ijin sebentar dari kantor untuk melaporkan A5 ke kelurahan. Alhamdulillah tidak ada masalah dengan form A5 saya yg tidak asli melainkan hasil scan. Untungnya mereka bisa nerima dan ngerti bahwa kalau ngirim asli kan butuh waktu lagi…. Kami diminta meninggalkan nomor HP sehingga nanti mereka bisa menghubungi kami tentang lokasi TPS mana tempat kami mencoblos.

Sekitar 2 jam kemudian suami menerima SMS bahwa kami sudah terdaftar di TPS Jl. Taman Nangka, ada di komplek sebelah tempat kami tinggal (komplek Mangga). alhamdulillah….

Pada saat hari pencoblosan, kami sungguh excited. Kami datang agak siang karena malamnya nonton World Cup yang lucu antara Germany vs Brasil (Skor 7-1). Kami mencoblos sekitar pukul 11 siang, dengan menggunakan baju batik dan dandanan rapih, plus foto-foto moment2 pencoblosan. Alhamdulillah tersumbang 2 suara untuk pasangan Capres Prabowo-Hatta. Saya lega sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s